Kekompakan dan Semangat Antar‑Dinas Warnai Lomba Tarik Tambang di Lapangan Setdakab Aceh Tengah


Info gayo – Aceh Tengah | Hari ini suasana di lapangan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Tengah (Setdakab Aceh Tengah) begitu meriah ketika seluruh unit kerja dinas di lingkungan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah berkumpul untuk mengikuti kegiatan lomba antar‑dinas. Kegiatan ini bukan semata soal kemenangan, melainkan lebih kepada menumbuhkan semangat kekompakan, kebersamaan, dan persaudaraan antar‑pegawai, yang dinilai penting dalam membangun lingkungan kerja yang produktif dan harmonis, Jumat (14/11/25).

Lomba yang berlangsung pada pagi sampai siang tadi menarik perhatian banyak pihak karena melibatkan seluruh unit kerja dalam satu arena, yaitu lomba tarik tambang. Suasana lapangan dipenuhi oleh sorak sorai, tawa bahagia, dan dorongan semangat dari tim‑tim yang berpartisipasi. Kendati persaingan tersaji, yang paling terlihat adalah semangat “tim‑work” yang tumbuh lewat interaksi antar pegawai dinas. Tidak hanya tentang siapa yang menang, tetapi bagaimana mereka bekerja bersama, saling membantu, dan bersorak saat tim lain tampil.

Suasana Pelaksanaan Kegiatan

Lapangan Setdakab Aceh Tengah sejak pagi sudah mulai dipadati peserta yang datang dengan menggunakan seragam dinas masing‑masing unit kerja. Beberapa tim mengenakan pakaian olahraga atau jaket yang sama sebagai identitas tim, menandakan bahwa kegiatan ini memang dirancang sebagai momen kebersamaan. Penonton juga tidak sedikit: rekan‑rekan kerja dari unit lain ikut hadir untuk menyaksikan dan memberi dukungan kepada timnya.

Arena tarik tambang dipasang di tengah lapangan. Tiang‑garis dan tali besar bersiap menjadi media adu kekuatan antar tim. Saat aba‑aba mulai diberikan, wajah‑wajah peserta penuh konsentrasi namun juga tampak senang dan antusias. Saat satu tim mulai menarik tali, suara sorak penonton menggema. Momen ini menjadi puncak semangat kebersamaan ketegangan adu tarik tampak, namun di balik itu ada tawa dan salam antar peserta, bahkan saling menepuk punggung satu sama lain sebagai bentuk apresiasi.

Kegiatan seperti ini menjadi ruang yang tepat bagi pejabat dan staf dinas untuk tidak hanya berkumpul dalam konteks kerja formal, tetapi juga melepas penat, memperkuat hubungan sosial, dan membangun culture kerja yang positif. Dalam foto‑foto yang beredar, tampak wanita‑wanita pegawai dinas yang dengan semangat menarik tali, tertawa bersama, memberi dukungan kepada rekan tim mereka, menegaskan bahwa lomba antar dinas ini juga inklusif dan memperlihatkan bahwa semua unit kerja, tanpa memandang jenjang jabatan, turut serta aktif.

Tujuan dan Makna Kegiatan

Kegiatan lomba antar dinas khususnya yang melibatkan olahraga tim seperti tarik tambang memiliki makna strategis di lingkungan pemerintahan. Pertama, ini adalah bentuk penghargaan terhadap pegawai dinas dalam bentuk kegiatan yang menyenangkan dan bukan sekadar rutinitas kerja harian. Kedua, melalui kegiatan ini, dibangun kultur kerja yang menekankan kolaborasi, kepercayaan antar anggota tim, serta semangat bersama mencapai tujuan. Ketiga, kegiatan semacam ini juga memperkuat jaringan sosial antar unit kerja yang mungkin dalam aktivitas sehari‑hari hanya sedikit bersinggungan.

Bagi Kabupaten Aceh Tengah sendiri, yang wilayahnya luas dan beragam secara demografis, semangat kebersamaan antar unit pemerintahan menjadi salah satu modal utama dalam menjalankan program pelayanan publik dan pembangunan daerah. Kegiatan seperti ini bisa membantu memperkuat persatuan internal pemerintahan, sehingga ketika menjalankan tugas pelayanan masyarakat, koordinasi antar‑dinas berjalan lebih efektif.

Momen Tawa, Semangat, dan Persaudaraan

Di arena tarik tambang, suasana tidak hanya kompetitif, tetapi hangat. Ketika satu tim berjuang keras menarik tali, para penonton dari tim lain ikut bertepuk tangan, memberi semangat bahkan ikut tertawa saat momen lucu muncul seperti ketika salah satu peserta kehilangan keseimbangan dan tertawa bersama teman‑temannya. Momen‑momen kecil seperti itu menciptakan kesan bahwa kegiatan ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi lebih kepada kebersamaan.

Beberapa peserta menyampaikan bahwa mereka menikmati kegiatan tersebut karena memberi kesempatan untuk “keluar” dari meja kerja, berinteraksi dengan pegawai dari unit kerja lain, dan merasakan suasana yang lebih santai namun tetap bermakna. Salah satu peserta menyebut bahwa setelah kegiatan, mereka merasa lebih dekat dengan rekan-rekan dari unit lain dan lebih termotivasi untuk bekerja sama di tugas sehari‑hari.

Dampak Positif Bagi Pelayanan Publik

Ketika kekompakan antar unit kerja meningkat, maka pelayanan publik di Kabupaten Aceh Tengah pun diharapkan akan semakin optimal. Pegawai yang saling mengenal, saling mendukung, dan memiliki hubungan baik antar unit lebih mudah dalam berkoordinasi, tukar informasi, dan menyelesaikan masalah lintas dinas. Dalam konteks pemerintahan daerah, yang pelayanan dan program pembangunan memerlukan sinergi, kegiatan semacam ini membantu mewujudkan lingkungan kerja yang kondusif.

Sebagai contoh, ketika suatu program pembangunan memerlukan kolaborasi banyak dinas misalnya dinas infrastruktur, dinas lingkungan hidup, dinas pemberdayaan masyarakat kemampuan bekerja bersama menjadi kunci. Dengan kegiatan kebersamaan seperti lomba antar‑dinas, nilai kolaborasi mendapatkan “latihan informal” yang menyenangkan. Ketika pegawai kemudian kembali ke tugas rutin, mereka sudah memiliki energi sosial yang positif serta ikatan kepercayaan yang lebih kuat.

Rekaman Visual dan Sorakan Penonton

kegiatan tersebut memperlihatkan suasana penuh semangat. Tim‑tim bergandengan, tertawa, dan bergerak kompak saat menarik tali. Salah satu unggahan menyebut: “Hari ini berlangsung seru kegiatan lomba antar‑dinas! Di lapangan Setdakab Aceh Tengah, semua unit kerja bergabung dalam semangat kekompakan dan kebersamaan.” Unggahan itu juga menyebut: “Di arena tarik tambang, tim‑tim dari berbagai dinas unjuk kebolehan, tertawa bersama, dan saling bersorak. Momen yang tak hanya tentang menang, tapi tentang semangat tim‑work dan persaudaraan. 

Melalui foto ini, terlihat bagaimana para peserta sebagian besar wanita dengan pakaian olahraga dalam balutan jaket dan kerudung bergerak bersama menarik tali besar sambil tertawa, menunjukkan bahwa partisipasi dalam kegiatan ini sangat nyata dan merata. Kehadiran penonton dan tim pendukung dari unit kerja lain juga semakin menambah atmosfir kebersamaan.

Penataan dan Pengorganisasian Acara

Pihak penyelenggara memastikan bahwa kegiatan berlangsung aman, tertib, dan tetap menyenangkan. Sebelum lomba dimulai, panitia memberikan briefing kepada seluruh peserta mengenai aturan‑lomba, batas area tarik, dan etika kompetisi yang harus dijaga: yaitu sportifitas, saling menghormati, dan tetap menjaga kebersihan lingkungan. Area lomba dibagi menjadi beberapa sesi agar setiap unit kerja memperoleh kesempatan tampil dan tidak terjadi kepadatan. Setelah sesi lomba ming­sesi utama, dilaksanakan sesi hiburan atau foto bersama, sebagai penguat hubungan antar unit.

Penyelenggaraan di lapangan Setdakab Aceh Tengah menunjukkan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memahami pentingnya kegiatan non‑formal sebagai bagian dari manajemen sumber daya manusia. Dengan adakan lomba antar‑dinas, pemerintahan daerah ini tak hanya fokus pada program teknis, tetapi juga pada aspek kebersamaan internal.

Komitmen ke Depan terhadap Budaya Pemerintahan yang Berdaya Saing

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun budaya pemerintahan yang berdaya saing namun tetap inklusif dan kolaboratif. Saat dunia semakin kompetitif dan tuntutan pelayanan publik makin tinggi, setiap unit kerja dituntut untuk memiliki kinerja yang optimal. Namun di balik optimalitas, dibutuhkan mikro‑budaya kerja yang kuat: rasa memiliki terhadap tim, rasa kebersamaan antar kolega, dan semangat untuk saling mendukung.

Dengan demikian, lomba antar‑dinas bukan hanya sebagai hiburan sesaat, tetapi menjadi bagian dari strategi penguatan internal organisasi. Nilai‑nilai yang ditanamkan—kerjasama, kebersamaan, sportivitas, dan persaudaraan—akan tercermin ketika pegawai melaksanakan tugas sehari‑hari. Ketika satu unit kerja membutuhkan dukungan unit lain, kemudahan koordinasi akan terasa.

Bagi Kabupaten Aceh Tengah, yang wilayahnya terdiri dari berbagai kecamatan dengan tantangan geografis dan tantangan pembangunan yang khas, membangun pemerintahan yang solid di internal menjadi sangat penting. Melalui kegiatan seperti ini, harapan besar dibangun bahwa seluruh pegawai pemerintah daerah tidak hanya bekerja sebagai individu atau unit terpisah, tetapi sebagai satu tim besar yang memajukan daerah.

Harapan bagi Masyarakat dan Stakeholder

Masyarakat Kabupaten Aceh Tengah yang menyaksikan kegiatan tersebut tentu akan memperoleh kesan positif terhadap aparatur pemerintah. Ketika pegawai pemerintah terlihat aktif, enerjik, dan memiliki ikatan sosial yang kuat, maka kepercayaan publik pun bisa meningkat. Pelayanan publik yang dilakukan oleh pegawai yang “berkawan” dengan rekan‑kerjanya dan merasa didukung akan lebih ramah, responsif, dan proaktif.

Stakeholder, baik berupa mitra pemerintah, lembaga masyarakat, maupun sektor swasta, juga mendapatkan pesan bahwa Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah memiliki internal yang kokoh dan siap bekerja sama. Hal ini penting karena pembangunan daerah sering kali membutuhkan kolaborasi multi‑pihak — dan internal pemerintah yang bersinergi akan memudahkan terbentuknya sinergi eksternal.

Kegiatan lomba antar‑dinas di lapangan Setdakab Aceh Tengah hari ini menunjukkan bahwa pembangunan sumber daya manusia dalam pemerintahan tidak hanya soal teknis kerja, tetapi juga soal jiwa kebersamaan. Lewat tarik tambang dan sorak sorai, para pegawai menunjukkan bahwa mereka adalah satu tim, siap bersama‑sama menghadapi tantangan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Semangat bersama ini diharapkan tidak berhenti pada hari ini saja, tetapi terus melekat dalam setiap aktivitas kerja, kolaborasi antar unit, dan interaksi dengan masyarakat. Kabupaten Aceh Tengah tampaknya sedang menegaskan bahwa pemerintahan yang baik bukan hanya yang efisien, tetapi juga yang berbudaya kekompakan, kepercayaan, dan persaudaraan.

Di masa depan, ketika unit kerja saling mendukung dan pegawai merasa menjadi bagian dari tim besar, maka kemajuan daerah pun akan lebih mudah diraih. Dan kegiatan seperti hari ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya pemerintahan yang tidak hanya bekerja, tetapi juga saling menjalin, berbagi, dan bersinergi.

Lebih baru Lebih lama
Home Wisata Daerah Info