Keselamatan Warga Jadi Taruhan, Pak De Minta Pemerintah Bergerak Cepat Tangani Saluran Air Sawah Tebuk–Kedelah

Sebut saja,Pak de warga kedelah saat di wawancarai di depan rumah nya pada, Juma'at (6/2/26). | Foto : Hidayat sabirun.


METRO GAYO | ACEH TENGAH - Permasalahan saluran air sawah di wilayah Tebuk dan Kedelahan kembali menuai perhatian serius dari warga setempat. Aliran air yang berasal dari kawasan pegunungan di atas permukiman dinilai semakin membahayakan keselamatan masyarakat, khususnya saat intensitas hujan meningkat. Salah satu warga yang menyuarakan keresahan tersebut adalah Pak De, pria berusia 50 tahun, yang telah lama tinggal dan menyaksikan langsung kondisi wilayah itu dari tahun ke tahun.


Menurut Pak De, derasnya aliran air dari sawah di dataran tinggi kerap tidak terkendali karena saluran yang tersedia tidak mampu menampung volume air yang besar. Akibatnya, air meluap ke jalan dan area permukiman warga. Kondisi ini bukan hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan.


“Ini bukan soal infrastruktur besar atau proyek mahal. Ini soal keselamatan warga. Kami hanya minta gorong-gorong yang sesuai dengan besarnya air dari sawah,” ujar Pak De. Ia menegaskan bahwa tuntutan warga sangat sederhana dan bersifat mendesak, mengingat risiko yang harus mereka hadapi setiap musim hujan.


Pak De menjelaskan, air yang turun dari atas gunung sering membawa lumpur, pasir, dan material lain. Ketika saluran air tidak memadai, material tersebut menumpuk dan memperparah luapan. Jalan menjadi licin, akses warga terganggu, bahkan anak-anak dan lansia menjadi kelompok yang paling rentan terdampak.


Ia menambahkan bahwa kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan berulang setiap tahun. Namun hingga kini, belum ada penanganan yang benar-benar menyentuh akar persoalan. Saluran yang ada dinilai terlalu kecil dan tidak sebanding dengan debit air dari sawah, sehingga tidak lagi berfungsi optimal.


“Kalau hujan deras, kami selalu waswas. Air bisa datang tiba-tiba. Bukan sekali dua kali hampir masuk ke rumah warga,” kata Pak De. Kekhawatiran tersebut, menurutnya, tidak seharusnya terus dibiarkan tanpa solusi nyata dari pihak berwenang.


Warga Tebuk dan Kedelahan berharap pemerintah daerah dapat segera turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Mereka menilai bahwa tindakan pencegahan jauh lebih penting daripada penanganan setelah terjadi kerusakan atau korban. Pembuatan gorong-gorong dan saluran air yang sesuai dianggap sebagai langkah dasar namun krusial untuk melindungi keselamatan masyarakat.


Pak De juga menekankan bahwa aliran air dari sawah dan pegunungan sejatinya bisa menjadi berkah jika dikelola dengan baik. Air tersebut dapat mendukung pertanian dan kebutuhan warga. Namun tanpa sistem saluran yang tepat, air justru berubah menjadi ancaman yang setiap saat bisa membahayakan.


Lebih jauh, persoalan ini mencerminkan pentingnya pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat. Keselamatan warga seharusnya menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pembangunan. Gorong-gorong mungkin terlihat sebagai pembangunan kecil, tetapi dampaknya sangat besar bagi rasa aman dan kenyamanan warga.


Warga juga berharap adanya komunikasi yang lebih terbuka antara pemerintah dan masyarakat. Dengan mendengarkan langsung keluhan warga seperti Pak De, kebijakan yang diambil diharapkan lebih tepat sasaran dan tidak sekadar bersifat administratif.


Apa yang disampaikan Pak De mewakili suara banyak warga lainnya di Tebuk dan Kedelahan. Mereka tidak menuntut kemewahan, hanya menginginkan lingkungan yang aman untuk ditinggali. Pemerintah diharapkan dapat bekerja cepat dan tanggap, sebelum luapan air dari sawah kembali membawa dampak yang lebih serius. Keselamatan warga tidak seharusnya menunggu sampai bencana benar-benar terjadi.


أحدث أقدم
Berita Wisata Food Tentang