![]() |
| Ilustrasi Evakuasi Warga Bagi Warga Yang Terdamapak. | Editor : Hidayat sabirun |
METRO GAYO | BENER MERIAH – Pemerintah Kabupaten Bener Meriah bersama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) resmi menaikkan status aktivitas Gunung Burni Telong dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga), terhitung sejak Senin, 30 Desember 2025 pukul 22.45 WIB.
Kenaikan status tersebut didasarkan pada hasil pemantauan PVMBG Badan Geologi Kementerian ESDM, yang mencatat adanya peningkatan signifikan aktivitas kegempaan, baik gempa vulkanik maupun gempa tektonik di sekitar gunung.
Dalam keterangan resmi, PVMBG menyebutkan bahwa pada 30 Desember 2025 tercatat 7 kali gempa hembusan, 7 kali gempa vulkanik dangkal, 4 kali gempa vulkanik dalam, 1 kali gempa tektonik lokal, dan 1 kali gempa tektonik jauh. Aktivitas ini menunjukkan adanya potensi pergerakan magma yang dapat dipicu oleh gempa tektonik di sekitarnya.
Meski secara visual gunung masih terlihat jelas dan belum teramati letusan, PVMBG mengingatkan adanya potensi bahaya, antara lain erupsi freatik secara tiba-tiba serta pelepasan gas vulkanik di sekitar kawah dan area solfatara yang dapat membahayakan keselamatan jiwa.
Radius Aman dan Imbauan
PVMBG merekomendasikan masyarakat dan pengunjung untuk tidak melakukan aktivitas dalam radius 4 kilometer dari kawah Gunung Burni Telong. Masyarakat juga diminta menjauhi area fumarol dan solfatara, terutama saat cuaca mendung atau hujan karena konsentrasi gas beracun dapat meningkat.
Titik Kumpul Evakuasi Disiapkan
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kabupaten Bener Meriah telah menetapkan sejumlah titik kumpul evakuasi bagi warga di beberapa kecamatan terdampak.
Titik evakuasi tersebut antara lain berada di:
Kampus USK II Lampahan dan SDN Simpang Layang
SMAN 3 Timang Gajah, MTs Blang Rongka, dan MIN Rongka
GOR Bener Meriah dan Pasar Pekan Simpang Tiga
Sekolah TK, MI, MTS, SMP, SMA serta Lapangan Bola Blang Panas
Sekolah SD dan Lapangan Bola Sukamakmur Induk
Warga diimbau untuk tetap tenang, waspada, dan mengikuti arahan petugas, serta melakukan evakuasi apabila diperlukan sesuai dengan radius dan jalur yang telah ditetapkan.
Informasi Resmi
PVMBG menegaskan bahwa tingkat aktivitas Gunung Burni Telong dapat berubah sewaktu-waktu sesuai hasil pemantauan. Masyarakat diminta untuk hanya mengakses informasi dari sumber resmi pemerintah dan PVMBG guna menghindari hoaks dan kepanikan.
