![]() |
| Dok : Tim Monev dan Satgas PPR Saat kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (1/8/2026). | Editor : Tim Redaksi. |
Metrogayo.com | Bener Meriah– Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Aceh 1 Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (Satgas PPR) Pusat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (1/8/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memastikan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana berjalan sesuai kebutuhan masyarakat serta kebijakan pemerintah.
Rombongan dipimpin Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka bersama sejumlah perwakilan kementerian dan lembaga. Turut hadir unsur dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Pekerjaan Umum, Balai Wilayah Sungai (BWS), Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), serta instansi terkait lainnya.
Kedatangan tim disambut langsung oleh Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar bersama Wakil Bupati, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta jajaran Pemerintah Kabupaten Bener Meriah di Pendopo Bupati.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tagore Abubakar menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap penanganan dampak bencana di daerah yang dipimpinnya. Menurutnya, dukungan yang diberikan sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan saat ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak.
“Kami sangat bahagia dan bangga. Ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah pusat selalu hadir. Mulai dari awal bencana hingga hari ini, bantuan terus kami rasakan dan masyarakat kami sudah banyak yang terbantu,” ujar Tagore Abubakar.
Setelah penyambutan, kegiatan dilanjutkan dengan rapat koordinasi yang membahas perkembangan penanganan pascabencana di Kabupaten Bener Meriah. Berbagai sektor menjadi fokus pembahasan, mulai dari infrastruktur jalan, lahan pertanian, sawah, perkebunan kopi, fasilitas pendidikan, rumah ibadah, hingga sarana kesehatan.
Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah memaparkan kondisi terkini serta progres rehabilitasi yang telah berjalan. Selain itu, dibahas pula berbagai kebutuhan lanjutan yang diperlukan untuk mendukung percepatan pemulihan di wilayah terdampak.
Ketua Tim Monev Aceh 1 Satgas PPR Pusat, Laksamana Pertama TNI Nouldy Jan Tangka, menegaskan bahwa kegiatan monitoring dilakukan untuk memastikan seluruh data kerusakan terdokumentasi secara akurat. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan dan penyaluran program rehabilitasi oleh kementerian dan lembaga terkait.
“Kami hadir sebagai perwakilan pemerintah pusat untuk membantu mengurangi berbagai permasalahan di daerah, khususnya di Kabupaten Bener Meriah,” kata Nouldy Jan Tangka.
Menurutnya, validitas data lapangan menjadi faktor penting dalam menentukan langkah penanganan yang tepat. Oleh karena itu, proses monitoring tidak hanya dilakukan melalui pembahasan administrasi, tetapi juga dengan melihat langsung kondisi di lapangan.
Hal senada disampaikan anggota Tim Monev Aceh 1 Satgas PPR Pusat, Kombes Pol. Suwinto, S.I.K. Ia mengatakan kegiatan monitoring dan evaluasi bertujuan memastikan setiap program rehabilitasi dan rekonstruksi benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak bencana.
“Melalui monitoring dan evaluasi ini kami ingin memastikan seluruh proses rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan efektif, tepat sasaran, serta sesuai dengan kondisi yang sebenarnya di lapangan. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci agar pemulihan pascabencana dapat berlangsung lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Usai rapat koordinasi, rombongan melanjutkan agenda dengan meninjau sejumlah lokasi terdampak bencana di Kabupaten Bener Meriah. Peninjauan dilakukan untuk mencocokkan data yang telah dihimpun dengan kondisi riil di lapangan.
Tim juga melihat secara langsung sejumlah titik yang masih memerlukan perhatian, termasuk kawasan yang dinilai berpotensi mengalami longsor susulan. Hasil peninjauan tersebut akan menjadi bagian dari bahan evaluasi dan pertimbangan dalam menentukan langkah percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi ke depan.
Kunjungan Tim Monev Aceh 1 Satgas PPR Pusat diakhiri dengan foto bersama antara tim pusat, Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah, unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, serta para pemangku kepentingan lainnya.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya bersama antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mempercepat pemulihan pascabencana, sehingga kehidupan masyarakat serta pembangunan di Kabupaten Bener Meriah dapat kembali berjalan secara optimal.(*)
