Notification

×

Iklan

Iklan

Wapres Gibran Tinjau Jembatan Dua Tali di Gayo Lues, Bupati Harap Pembangunan Lima Jembatan Dipercepat

Kamis, 06 Agustus 2026 | 20:20 WIB Last Updated 2026-08-06T13:20:11Z
Foto: Wakil Presiden RI bersama Bupati Gayo Lues, Dandim 0113/Gayo Lues, dan unsur Forkopimda saat meninjau Jembatan Dua Tali (Lumpe) di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues.

Metrogayo.com | Aceh Tengah Wakil Presiden (Wapres) Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, kembali melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Kamis (6/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Wapres meninjau langsung kondisi Jembatan Dua Tali atau yang dikenal masyarakat Gayo sebagai Lumpe, di Desa Kendawi, Kecamatan Dabun Gelang.


Kunjungan itu dilakukan untuk melihat secara langsung kondisi jembatan yang sebelumnya menjadi sorotan publik setelah video anak-anak sekolah menyeberangi jembatan tersebut viral di media sosial. Jembatan itu menjadi akses utama bagi masyarakat dan pelajar untuk beraktivitas sehari-hari.


Setibanya di lokasi, Wapres Gibran yang datang menggunakan helikopter menyempatkan diri meninjau kondisi jembatan sekaligus berdialog dengan warga serta sejumlah anak sekolah yang memanfaatkan jembatan tersebut sebagai jalur penyeberangan.


Dalam kesempatan itu, masyarakat menyampaikan kondisi akses transportasi yang masih menjadi kendala pascabencana yang melanda wilayah tersebut. Wapres juga tampak berinteraksi dengan anak-anak sekolah sebelum melanjutkan agenda kunjungannya.


Usai meninjau Desa Kendawi, rombongan Wakil Presiden melanjutkan kegiatan di Stadion Seribu Bukit, Kabupaten Gayo Lues. Di lokasi tersebut, Gibran membagikan sejumlah buku kepada anak-anak sebagai bentuk dukungan terhadap dunia pendidikan.


Setelah seluruh rangkaian kegiatan selesai, Wapres kembali meninggalkan Kabupaten Gayo Lues menggunakan helikopter.


Sementara itu, Bupati Gayo Lues, Suhaidi, S.Pd., M.Si., menjelaskan bahwa pihaknya tidak menyarankan Wakil Presiden mengunjungi Kecamatan Pining maupun Tripe Jaya pada kunjungan kali ini karena keterbatasan waktu.


"Waktu tidak cukup," kata Suhaidi saat ditanya mengenai alasan Wapres tidak mengunjungi Kecamatan Pining dan Tripe Jaya yang juga terdampak akibat putusnya sejumlah jembatan pascabencana.


Meski demikian, Suhaidi berharap kunjungan Wakil Presiden dapat menjadi perhatian pemerintah pusat untuk mempercepat proses penanganan infrastruktur yang rusak di Kabupaten Gayo Lues.


Menurutnya, masyarakat masih membutuhkan pembangunan kembali sejumlah jembatan permanen agar mobilitas warga dapat kembali normal dan aktivitas ekonomi maupun pendidikan tidak lagi terganggu.


"Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap seluruh proses penanganan pascabencana dapat dipercepat, termasuk pembangunan jembatan yang hanyut, sehingga masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan aman," ujarnya.


Bupati juga mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan pembangunan lima jembatan permanen kepada kementerian terkait. Kelima jembatan tersebut dinilai menjadi prioritas karena memiliki peran penting sebagai akses penghubung antarwilayah.


Lima jembatan yang diusulkan tersebut meliputi Jembatan Pintu Rime Pining, Jembatan Tripe Jaya, Jembatan Kendawi, Jembatan Rerebe, dan Jembatan Rikit Gaib.


Pemerintah Kabupaten Gayo Lues berharap usulan tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pemerintah pusat sehingga pembangunan infrastruktur yang rusak akibat bencana dapat segera direalisasikan demi menunjang aktivitas masyarakat di wilayah pedalaman.(*)

×
Berita Terbaru Update