Metrogayo.com | Aceh Tengah — Judi online yang awalnya dimainkan dengan uang dalam jumlah kecil dapat berkembang menjadi persoalan ketika kekalahan membuat pemain terus berusaha mendapatkan kembali uang yang telah hilang.
Hal tersebut diceritakan seorang warga di Aceh Tengah yang meminta namanya tidak disebutkan, kepada Metrogayo.com. Ia mengaku telah kehilangan uang puluhan juta rupiah setelah bermain judi online hingga hubungan keluarga yang awalnya baik kini menjadi kenangan, Sabtu (22/8/26).
Menurut keterangannya, permainan tersebut pada awalnya hanya dilakukan untuk mencoba-coba. Namun, setelah mengalami kekalahan, muncul keinginan untuk kembali bermain dengan harapan mendapatkan kemenangan dan mengembalikan uang yang sebelumnya telah hilang.
“Awalnya hanya coba-coba. Namun, kekalahan semakin membuat saya penasaran hingga mulai menggadaikan barang-barang. Tersadar, kekalahan itu sudah mulai dengan angka yang cukup besar,” kata narasumber.
Ketika uang tunai mulai tidak tersedia, barang yang dimiliki kemudian digadaikan untuk mendapatkan uang.
Uang hasil gadai tersebut kembali digunakan sebagai modal bermain. Harapannya, uang itu dapat menghasilkan kemenangan dan menutup kerugian sebelumnya.
Namun, menurut narasumber, kemenangan yang pernah diperoleh tidak sebanding dengan jumlah uang yang telah dikeluarkan.
“Pernah menang, tapi kalau dihitung dengan jumlah kekalahan sebelumnya, tetap terbilang kalah,” ujarnya.
Kondisi tersebut kemudian diketahui oleh pihak keluarga. Istri narasumber mengatakan, pada awalnya ia tidak melihat adanya perubahan yang mencurigakan karena aktivitas suaminya sehari-hari masih berjalan seperti biasa.
Namun, kecurigaan mulai muncul setelah sebuah kendaraan milik keluarga disebut dititipkan di tempat pencucian kendaraan selama beberapa hari.
“Awalnya saya melihat tidak ada aktivitas yang mencurigakan. Karena setelah pulang kerja, beliau istirahat dan kembali beraktivitas seperti biasanya. Namun, setelah saya melihat kendaraan yang disebut beliau dititip di tempat cuci kendaraan hingga berhari-hari, mulai muncul pertanyaan,” kata istri narasumber.
Ia kemudian berusaha mencari kendaraan tersebut. Namun, kendaraan yang dimaksud tidak ditemukan di tempat pencucian kendaraan.
Persoalan itu kemudian dibicarakan di rumah dan berujung pada pertengkaran. Dalam pembicaraan tersebut, ia baru mengetahui bahwa kendaraan tersebut telah digadaikan dengan nilai yang disebut mencapai puluhan juta rupiah.
Pengalaman tersebut menjadi gambaran bagaimana aktivitas judi online yang awalnya hanya coba-coba dapat berkembang hingga menyentuh harta milik nya.
Dalam kasus yang diceritakan narasumber, ketika uang hasil gadai kembali habis digunakan untuk bermain, kebutuhan mendapatkan modal berikutnya kembali muncul. Barang lain yang masih dimiliki kemudian berpotensi menjadi pilihan untuk mendapatkan uang.
Meski demikian, penggunaan jasa gadai tidak berkaitan dengan judi online secara umum. Masyarakat menggunakan gadai untuk berbagai kebutuhan, seperti keperluan keluarga, pendidikan, usaha maupun kebutuhan mendesak lainnya.
Kisah yang disampaikan kedua narasumber tersebut secara khusus menggambarkan pengalaman satu keluarga yang bersedia diwawancarai sebagai pembelajaran mengenai dampak judi online dan bagaimana kebiasaan tersebut dapat memengaruhi kondisi keuangan keluarga.(Hidayatsabirun)
