![]() |
| Dokter forensik rumah sakit Benar Meriah saat melakukan autopsi jenazah korban Shaila Khairunisa di RSUD Sahudin Kutacane. Foto: M Eko Saputra |
Metrogayo.com | Aceh Tenggara — Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait meninggalnya seorang bocah perempuan berusia 10 tahun di Kabupaten Aceh Tenggara, Aceh. Korban yang sebelumnya dilaporkan hilang selama beberapa hari ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di area perkebunan warga.
Korban diketahui bernama Shaila Khairunisa, warga Desa Lawe Sempilang, Kecamatan Lawe Alas, Kabupaten Aceh Tenggara. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu dan menjadi perhatian masyarakat setempat.
Pihak keluarga bersama warga sebelumnya telah melakukan pencarian di sejumlah lokasi, mulai dari area permukiman hingga perkebunan di sekitar desa. Namun upaya tersebut belum membuahkan hasil sampai akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Penemuan jasad bocah tersebut langsung mengundang perhatian warga sekitar. Aparat kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.
Kasat Reskrim Polres Aceh Tenggara, Zery Irfan mengatakan bahwa pihaknya telah melakukan autopsi terhadap jenazah korban untuk memastikan penyebab kematian secara medis dan ilmiah.
“Autopsi sudah dilakukan dan saat ini kami masih menunggu hasil pemeriksaan forensik,” ujarnya.
Menurutnya, hingga saat ini polisi belum dapat menyimpulkan penyebab pasti kematian korban karena seluruh proses masih menunggu hasil resmi dari tim forensik. Polisi juga masih mengumpulkan sejumlah keterangan dari saksi dan pihak keluarga guna mendukung proses penyelidikan.
Selain itu, aparat kepolisian juga melakukan pendalaman terhadap berbagai kemungkinan yang berkaitan dengan peristiwa tersebut. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan apakah terdapat unsur pidana atau faktor lain yang menyebabkan korban meninggal dunia.
Suasana duka menyelimuti rumah keluarga korban setelah kabar penemuan jenazah tersebar di tengah masyarakat. Sejumlah warga tampak mendatangi rumah duka untuk memberikan dukungan moril kepada keluarga yang ditinggalkan.
Kasus hilangnya bocah di Aceh Tenggara ini juga menjadi perhatian masyarakat di media sosial. Banyak warga berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap fakta sebenarnya terkait penyebab kematian korban agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya. Polisi memastikan proses penyelidikan akan dilakukan secara profesional dan transparan.
Hingga kini, jenazah korban telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan. Sementara itu, proses penyelidikan masih terus berlangsung sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat akan pentingnya pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat berada di luar rumah. Dukungan masyarakat juga dinilai penting dalam membantu aparat ketika terjadi kasus orang hilang maupun kejadian serupa di lingkungan sekitar.
Polres Aceh Tenggara memastikan akan terus mendalami kasus tersebut hingga seluruh fakta terungkap secara lengkap. Polisi juga meminta masyarakat untuk segera melapor apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.
