METRO GAYO | ACEH TENGAH – Produksi cabai dari wilayah Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, dilaporkan meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Melimpahnya hasil panen tersebut berdampak pada distribusi cabai ke sejumlah daerah di Aceh, bahkan hingga luar wilayah.
Salah seorang petani cabai di Atu Lintang, Sulaiman, mengatakan panen kali ini tergolong tinggi dibandingkan periode sebelumnya.
“Hasil panen memang sedang bagus, hampir semua petani panen bersamaan, jadi stok di tingkat petani cukup banyak,” ujarnya kepada Awak media, Minggu (5/4/2026).
Ia menjelaskan, kondisi tersebut membuat pasokan cabai ke pasar meningkat tajam. Akibatnya, harga di tingkat petani cenderung mengalami penurunan.
Hal senada disampaikan oleh pedagang di Pasar Paya Ilang, Rahmad, yang menyebutkan harga cabai dalam beberapa hari terakhir mulai melemah.
“Barang dari Takengon dan Bener Meriah banyak masuk, jadi harga ikut turun karena pasokan melimpah,” katanya.
Sementara itu, berdasarkan informasi dari jalur distribusi, cabai dari dataran tinggi Gayo selama ini menjadi salah satu pemasok utama untuk sejumlah daerah di Aceh. Ketika produksi meningkat secara bersamaan, kondisi tersebut berdampak langsung pada stabilitas harga di pasaran.
Meski demikian, melimpahnya hasil panen tidak selalu menguntungkan bagi petani. Harga jual yang menurun berpotensi menekan pendapatan, terutama jika tidak diimbangi dengan sistem distribusi yang optimal.
Petani berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya dalam menjaga stabilitas harga dan memperluas akses pasar, agar hasil panen yang melimpah tetap memberikan nilai ekonomi yang layak.
