![]() |
| AK di posisi teratas dibandingkan broker lain di Bursa Efek Indonesia (BEI). (Foto: Kabarbursa.com/R. Fadli) |
METRO GAYO | JAKARTA — Broker UBS Sekuritas Indonesia (AK) mencatat transaksi terbesar di Bursa Efek Indonesia dengan nilai mencapai Rp3,4 triliun dalam satu hari perdagangan.
Dari jumlah tersebut, nilai penjualan lebih besar dibanding pembelian. AK tercatat menjual saham sekitar Rp2 triliun dan membeli sekitar Rp1,4 triliun. Artinya, lebih banyak saham yang dilepas dibanding yang dibeli.
Analis pasar modal, Budi Santoso, mengatakan kondisi ini biasanya menunjukkan pelaku pasar sedang mengurangi kepemilikan saham tertentu.
“Kalau lebih banyak jual daripada beli, biasanya itu tanda investor sedang ambil untung atau mengurangi risiko,” kata Budi.
Sejumlah saham bank besar menjadi yang paling banyak dijual, seperti Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Mandiri (BMRI). Selain itu, saham perusahaan tambang seperti Bumi Resources (BUMI) dan Darma Henwa (DEWA) juga ikut dilepas.
Meski begitu, AK tetap membeli beberapa saham lain. Di antaranya saham Astra International (ASII), serta saham bank seperti Bank Negara Indonesia (BBNI) dan Bank Central Asia (BBCA).
Menurut Budi, langkah ini bisa diartikan sebagai perpindahan dana dari satu saham ke saham lain.
“Jadi bukan berarti keluar dari pasar, tapi pindah ke saham yang dianggap lebih aman atau punya peluang naik,” ujarnya.
Ia menambahkan, pergerakan broker besar seperti AK sering diperhatikan oleh pelaku pasar karena bisa memberi gambaran arah perdagangan dalam jangka pendek.
