Peresmian Hunian Sementara Korban Longsor di Aceh Tengah, Pemerintah Pastikan Dukungan Berkelanjutan

Potret Letjen TNI Suharyanto Kepala BNPB Pusat Saat Kunjungi Huntara di Kecamatan Ketol, Sabtu (14/2/26). | Foto : Tim Redaksi | Editor : Julkifli.


METRO GAYO | ACEH TENGAH — Pemerintah meresmikan hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak bencana longsor di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh. Acara tersebut dihadiri Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto, Bupati Drs. Haili Yoga, M.Si, Wakil Bupati Muchsin Hasan, MSP, serta jajaran aparatur daerah dan desa setempat, Sabtu (14/2/26).


Peresmian berlangsung di lokasi bangunan huntara di Kecamatan Ketol, bagian dari Kabupaten Aceh Tengah, sebagai bentuk tindak lanjut penanganan pascabencana oleh pemerintah pusat dan daerah. Hunian sementara ini disiapkan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal atau tinggal di zona rawan longsor.


Dalam sambutannya, Bupati Haili Yoga menyampaikan Terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto melalui BNPB yang telah membantu masyarakat sejak awal bencana hingga tahap pembangunan huntara. Ia menegaskan pembangunan prasarana telah selesai sesuai jadwal, meskipun masih terdapat sejumlah keluhan warga, khususnya terkait sistem drainase.


“Hari ini alat berat akan masuk nanti sore ke lokasi. Warga terdampak melalui kepala desa dapat menyampaikan keluhan agar segera ditangani,” ujar Haili Yoga. Ia menambahkan bahwa huntara bersifat sementara sehingga kekurangan yang ada diharapkan dapat dikoordinasikan kembali dengan aparatur desa untuk perbaikan lanjutan. Dalam kesempatan itu, ia juga menyemangati warga agar tetap optimistis menghadapi masa pemulihan pascabencana.


Sementara itu, Kepala BNPB Suharyanto menjelaskan bahwa hunian sementara menjadi solusi awal sebelum pembangunan hunian tetap (huntap). Ia menegaskan, rumah yang tidak rusak namun berada di antara area longsor tetap dikategorikan rusak berat atau hilang karena berisiko membahayakan keselamatan warga.


Untuk wilayah Aceh Tengah, BNPB menargetkan pembangunan 900 unit huntara, dengan 252 unit telah selesai dibangun di Kecamatan Ketol. Ia mengakui fasilitas air dan listrik belum sepenuhnya optimal, tetapi akan terus diperbaiki seiring waktu. Selain itu, warga yang menempati huntara akan menerima bantuan dana perabotan sekitar Rp3 juta per unit yang sedang dihitung pemerintah daerah bersama kementerian terkait.


Sebagai bantuan awal, BNPB juga menyalurkan perlengkapan seperti kasur, lemari, kipas angin, dan kompor gas. Kebutuhan logistik warga tetap ditanggung pemerintah pusat dan daerah selama masa transisi sebelum menempati hunian tetap. Mekanisme penyaluran bantuan, termasuk kemungkinan dapur umum, terus dikoordinasikan dengan pihak terkait.


Ke depan, pembangunan huntap akan dilakukan setelah warga menempati huntara. Skema pembangunan mencakup huntap yang dibangun kementerian serta huntap mandiri yang difasilitasi BNPB, di mana warga menyediakan lahan dan pembangunan dilakukan oleh pemerintah. Menurut Suharyanto, proses huntap mandiri berpotensi dimulai dalam waktu dekat bagi warga yang telah memenuhi persyaratan.


Ia menegaskan BNPB bertanggung jawab atas pembangunan huntara, huntap mandiri, serta pemenuhan logistik warga hingga masa pemulihan selesai. Suharyanto juga menyampaikan rasa bahagia melihat kondisi masyarakat yang berangsur membaik pascabencana, seraya berharap dukungan pemerintah dapat mempercepat pemulihan kehidupan warga terdampak.


Dengan peresmian ini, pemerintah berharap kehadiran huntara tidak hanya menyediakan tempat tinggal sementara, tetapi juga memberi rasa aman dan harapan baru bagi masyarakat Aceh Tengah dalam menata kembali kehidupan mereka.

Lebih baru Lebih lama
Berita Wisata Food Tentang