Pemerintah Aceh Tengah Bangun 25 Jembatan Darurat, Prioritaskan Akses Warga Ketol

Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, memimpin rapat koordinasi persiapan pembangunan jembatan darurat yang rusak akibat banjir bandang dan tanah longsor di Aceh Tengah. (Foto: Humas Pemkab Aceh Tengah)


METRO GAYO | ACEH TENGAH – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah mengambil langkah cepat untuk mengatasi persoalan akses transportasi masyarakat dengan merencanakan pembangunan 25 unit jembatan darurat di sejumlah wilayah. Pembangunan tersebut mencakup 23 jembatan kewenangan kabupaten, 1 jembatan nasional, dan 1 jembatan provinsi.


Rencana pembangunan jembatan darurat ini mencuat dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Bupati Aceh Tengah, Muchsin Hasan, yang berlangsung di Ruang Kerja Sekretaris Daerah Kabupaten Aceh Tengah, pada Senin, 5 Januari 2026.


Pembangunan jembatan darurat dilakukan sebagai respons atas kondisi infrastruktur yang mengalami kerusakan dan berpotensi menghambat aktivitas masyarakat, terutama di wilayah pedalaman dan daerah yang akses jalannya bergantung pada jembatan penghubung.


Menurut Wakil Bupati Aceh Tengah Muchsin Hasan, jembatan-jembatan tersebut memiliki peran vital dalam menunjang mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, serta kelancaran layanan sosial dan ekonomi masyarakat.


“Pembangunan jembatan darurat ini menjadi prioritas karena menyangkut keselamatan dan akses dasar masyarakat,” ujar Muchsin dalam rapat tersebut.


Pelaksanaan teknis pembangunan jembatan darurat ini akan berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Aceh Tengah. Dinas tersebut saat ini tengah menyusun Rencana Kebutuhan Belanja (RKB) sebagai dasar penetapan besaran anggaran yang dibutuhkan.


Untuk pendanaan, Pemerintah Aceh Tengah memastikan proyek ini akan dibiayai melalui Belanja Tak Terduga (BTT) yang tersedia dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten (APBK) Aceh Tengah.


Muchsin menjelaskan, penggunaan BTT dilakukan karena sifat pembangunan jembatan ini yang bersifat mendesak dan tidak dapat ditunda terlalu lama. Namun demikian, besaran anggaran masih menunggu hasil perhitungan rinci dari Dinas PUPR.


Salah satu wilayah yang menjadi perhatian khusus pemerintah daerah adalah Kampung Bah dan Kampung Serempah di Kecamatan Ketol. Untuk menjangkau dua kampung tersebut, diperlukan perbaikan tiga unit jembatan darurat agar akses masyarakat dapat kembali normal.


“Khusus Kampung Bah dan Kampung Serempah, ada tiga jembatan yang harus segera diperbaiki agar masyarakat bisa beraktivitas dengan aman,” ungkap Muchsin.


Pembangunan jembatan darurat ini direncanakan dilaksanakan secara bertahap, menyesuaikan dengan kesiapan anggaran dan hasil kajian teknis di lapangan. Pemerintah daerah menargetkan agar pekerjaan awal sudah menunjukkan progres nyata dalam waktu dekat.


Muchsin menegaskan, pemerintah menargetkan pengerjaan jembatan darurat tersebut dapat dikejar hingga awal Februari 2026, sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya.


“Kami harapkan dalam waktu dekat sudah ada progres pembangunan, agar pelaksanaannya bisa dikejar sampai awal Februari,” katanya.


Melalui pembangunan jembatan darurat ini, Pemerintah Aceh Tengah berharap dapat memulihkan konektivitas antarwilayah, meningkatkan keselamatan pengguna jalan, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat, khususnya di daerah yang selama ini bergantung pada jalur jembatan sebagai satu-satunya akses.


Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk bersabar selama proses pembangunan berlangsung dan berharap dukungan semua pihak agar pekerjaan dapat berjalan lancar sesuai rencana.

Lebih baru Lebih lama
Berita Wisata Bisnis Redaksi