![]() |
| Foto lama wagub Aceh Fadhlullah, SE. | Editor : Hidayat sabirun. |
METRO GAYO | Banda Aceh — Pemerintah Aceh menggelar rapat percepatan penyerahan data kerusakan rumah pascabencana di Kantor Gubernur Aceh, Rabu (7/1/2026). Rapat ini bertujuan mempercepat penyaluran bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Rapat tersebut dihadiri langsung oleh para kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh (SKPA) terkait. Sementara itu, bupati dan wali kota dari daerah terdampak mengikuti rapat secara daring.
Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, dalam arahannya menyampaikan bahwa Kementerian Sosial telah menyiapkan bantuan lauk pauk sebesar Rp450 ribu per jiwa bagi warga terdampak yang akan menempati hunian sementara (huntara). Namun demikian, Pemerintah Aceh mengusulkan agar bantuan tersebut dapat disalurkan lebih awal tanpa harus menunggu warga resmi menempati huntara.
Fadhlullah menegaskan bahwa penyaluran bantuan dari Kemensos sepenuhnya bergantung pada data yang diajukan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Selain bantuan untuk warga di huntara, pemerintah juga menyiapkan bantuan bagi warga yang mengungsi ke rumah keluarga, yakni sebesar Rp600 ribu per kepala keluarga per bulan.
Ia juga menekankan pentingnya keseragaman dalam Surat Keputusan (SK) penetapan tingkat kerusakan rumah, baik rusak ringan, sedang, maupun berat. Seluruh rumah terdampak diusulkan menerima bantuan dana perabotan sebesar Rp3 juta per unit, mengingat hampir semua rumah yang terdampak banjir mengalami kerusakan perabotan yang tidak lagi dapat digunakan.
Untuk mempercepat realisasi bantuan, Fadhlullah menyebutkan bahwa pengusulan data dapat dilakukan dalam dua tahap. Ia menargetkan data tahap pertama sudah diserahkan sebelum 15 Januari 2026, sehingga masyarakat dapat segera menerima bantuan hidup dari Kemensos serta bantuan dana perabotan.
