![]() |
| Kegiatan pembangunan jembatan gantung darurat oleh TNI dan masyarakat di Kampung Burlah, Aceh Tengah. | Foto : Pemdim Ateng | Editor : Hidayat sabirun |
Proses pengambilan material dilakukan dengan menyeberangi sungai berarus deras dan medan yang sulit. Kayu-kayu balok dipanggul secara manual oleh warga dan prajurit TNI karena keterbatasan alat berat di lokasi.
Jembatan gantung darurat tersebut direncanakan menjadi akses penghubung bagi sejumlah kampung, yakni Kampung Kala Ketol, Burlah, Kekuyang, Buge Ara, dan Bintang Pepara. Sejak akses sebelumnya terputus akibat bencana, mobilitas masyarakat terganggu, termasuk aktivitas ekonomi dan perjalanan anak-anak menuju sekolah.
Selama proses pengambilan material, warga dan personel TNI bekerja secara gotong royong dengan mengutamakan kehati-hatian, mengingat derasnya arus sungai dan kondisi medan yang curam.
Pimpinan Lapangan Koramil 09/Ketol, Serka Suyanto, menyampaikan bahwa pembangunan jembatan gantung darurat tersebut bertujuan untuk membuka kembali akses transportasi masyarakat yang terdampak.
“Pembangunan jembatan ini dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan,” ujar Serka Suyanto.
Pengerjaan jembatan melibatkan 6 personel Koramil 09/Ketol, 20 personel Yon TP 854, serta 31 personel Yon Zipur 6/DS, bersama masyarakat setempat.
