Pemulihan Pascabencana Longsor di Aceh Tengah, SMP Negeri 22 Takengon Capai 75 Persen Bersih

Dok aparat TNI sedang membersihkan salah satu ruangan di SMP Negeri 22 Takengon. | Foto : ist


METRO GAYO | ACEH TENGAH – Proses pemulihan pascabanjir dan longsor di Kecamatan Lut Tawar, Aceh Tengah, terus dilakukan secara intensif, tim dari Posko Kecamatan Lut Tawar yang dipimpin Ketua DPP, Kapten Ckm I Gede Agung Satria, melanjutkan pembersihan di SMP Negeri 22 Aceh Tengah, Kampung Toweren Toa Senin (29/12/2025).


Sekolah ini terdampak longsor yang menimbun ruang kelas, halaman sekolah, dan fasilitas administrasi dengan lumpur, tanah, dan pasir. Kondisi ini membuat aktivitas belajar mengajar dan pekerjaan administrasi sempat terganggu, memaksa pihak sekolah menunda sementara kegiatan belajar siswa.


Pembersihan dilakukan secara bertahap dengan menggunakan peralatan manual. Satu unit mobil pemadam kebakaran (Damkar) Kabupaten Aceh Tengah juga diterjunkan untuk membantu proses penyemprotan dan pengangkutan material lumpur, sehingga pekerjaan dapat berjalan lebih cepat dan efektif.


Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur lintas sektor, yaitu:

9 personel Kodim 0106/Aceh Tengah,

14 anggota YTP 854/SBS,

4 personel Damkar Kabupaten Aceh Tengah.


Kapten Ckm I Gede Agung Satria menekankan pentingnya kolaborasi antar pihak dalam pemulihan fasilitas pendidikan pascabanjir dan longsor. “Kerja sama semua pihak sangat menentukan kecepatan pemulihan sekolah agar siswa dapat segera kembali belajar dengan aman,” ujarnya.


Hingga laporan terakhir, pembersihan di SMP Negeri 22 Aceh Tengah telah mencapai sekitar 75 persen. Meski begitu, tim pembersih masih terus bekerja memastikan seluruh area sekolah kembali bersih dan layak digunakan. Situasi di lokasi selama kegiatan berlangsung terpantau aman, tertib, dan kondusif.


Pihak sekolah berharap dengan progres yang telah dicapai, para siswa bisa segera kembali ke ruang kelas. Pemulihan fasilitas pendidikan ini dianggap sangat penting untuk menjaga kontinuitas belajar mengajar dan mencegah gangguan jangka panjang bagi siswa dan staf sekolah.


Kasus SMP Negeri 22 Aceh Tengah menjadi contoh nyata bagaimana kerja sama lintas unsur, mulai dari Kodim, YTP, hingga Damkar, dapat mempercepat pemulihan fasilitas publik pascabanjir atau longsor. Kolaborasi ini tidak hanya mempercepat pembersihan, tetapi juga menjaga keselamatan seluruh pihak yang terlibat.


Dengan koordinasi yang baik, diharapkan SMP Negeri 22 Aceh Tengah dapat segera kembali beroperasi normal. Hal ini penting tidak hanya bagi kegiatan belajar siswa, tetapi juga sebagai simbol pemulihan masyarakat pascabanjir dan longsor di Kecamatan Lut Tawar.


Para pihak berharap seluruh proses pembersihan selesai tepat waktu sehingga kegiatan belajar mengajar bisa berjalan normal. Pemulihan fasilitas pendidikan menjadi prioritas karena berperan besar dalam mendukung kesejahteraan siswa dan menjaga kelancaran pendidikan pascabanjir.


Lebih baru Lebih lama
Berita Wisata Bisnis Redaksi