Harga Ikan Mujair di Pasar Paya Ilang Berangsur Turun Pascabencana Aceh Tengah

Pedagang ikan mujahir di pasar paya ilang. | Foto : Hidayat sabirun.


METRO GAYO | ACEH TENGAH — Harga ikan mujair di Pasar Paya Ilang, Kabupaten Aceh Tengah, mulai berangsur turun setelah sempat mengalami lonjakan pascabencana yang melanda wilayah tersebut beberapa waktu lalu. Saat ini, harga ikan mujair di tingkat pedagang berada di kisaran Rp45.000 per kilogram, turun dari harga sebelumnya yang sempat mencapai Rp60.000 per kilogram.


Seorang pedagang ikan di Pasar Paya Ilang, Rahman, mengatakan lonjakan harga terjadi akibat terganggunya pasokan ikan air tawar dari sejumlah sentra budidaya di Aceh Tengah yang terdampak bencana.
“Pas bencana, banyak kolam rusak dan distribusi terhambat. Itu yang bikin harga naik sampai Rp60 ribu per kilo,” ujarnya, Selasa (31/12/25).


Rahman menjelaskan, ikan mujair memang menjadi komoditas utama yang dijual di Pasar Paya Ilang, bahkan sejak masa pandemi COVID-19. Saat itu, sebagian besar jenis ikan air tawar lain, seperti ikan jaher, mengalami banyak kematian akibat kerusakan kolam dan keterbatasan perawatan.
“Waktu pandemi, yang bertahan cuma ikan mujair. Jaher banyak kerabakan (mati), jadi pedagang cuma jual mujair,” katanya.


Selain mengandalkan produksi lokal, sebelum bencana pasokan ikan mujair ke Pasar Paya Ilang juga didukung dari luar daerah. Pasokan tersebut membantu menjaga ketersediaan ikan di pasar ketika produksi lokal menurun. Namun, setelah bencana, distribusi dari luar daerah ikut terdampak sehingga stok ikan di pasar sempat terbatas dan harga melonjak.


Dalam beberapa pekan terakhir, kondisi pasokan mulai membaik seiring pulihnya aktivitas petani ikan dan jalur distribusi. Hal ini berdampak langsung pada penurunan harga ikan mujair di pasar.
“Sekarang sudah mulai normal lagi, pasokan masuk, pembeli juga kembali ramai,” ujar Rahman.


Dari sisi kesehatan, ikan mujair dinilai tetap menjadi pilihan yang baik bagi masyarakat. Dokter umum dr. Andi Pratama mengatakan ikan mujair merupakan sumber protein hewani yang penting, terutama bagi masyarakat yang sedang dalam masa pemulihan pascabencana.
“Protein dari ikan mujair membantu pemulihan tubuh dan menjaga daya tahan. Konsumsi ikan secara rutin sangat dianjurkan,” katanya.


Ia menambahkan, ikan mujair memiliki kandungan lemak yang relatif rendah dan mudah dicerna, sehingga aman dikonsumsi oleh berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak dan lansia.


Sementara itu, masyarakat menyambut positif turunnya harga ikan mujair. Nuraini, warga Takengon, mengaku kembali rutin membeli ikan mujair setelah harga berangsur turun.
“Waktu mahal kami kurangi beli. Sekarang sudah Rp45 ribu, jadi lebih terjangkau,” ujarnya.


Pedagang berharap harga ikan mujair tetap stabil ke depan. Namun mereka mengingatkan, faktor cuaca, kondisi kolam, dan kelancaran distribusi masih menjadi penentu utama fluktuasi harga ikan di Pasar Paya Ilang.


Dengan ketersediaan yang mulai membaik, ikan mujair diharapkan tetap menjadi sumber protein utama masyarakat Aceh Tengah sekaligus menopang pemulihan ekonomi pedagang dan petani ikan pascabencana.


أحدث أقدم
Berita Wisata Food Tentang