![]() |
| Dok: jl. Elak paya ilang, Kec. Bebesen, Kab. Aceh Tengah. | Foto : Hidayat sabirun |
Di beberapa titik strategis, terutama ruas jalan utama, genangan air cukup tinggi sehingga kendaraan roda empat terpaksa menurunkan kecepatan untuk menghindari risiko mogok. Sementara itu, pengendara sepeda motor banyak yang memilih berhenti atau memutar balik karena air terlalu tinggi untuk dilalui. Situasi ini menciptakan antrean panjang di beberapa titik, dan warga terlihat saling membantu memastikan jalur tetap aman digunakan.
![]() |
| Dok : Lokasi Lampu merah Jl. Paya ilang. | Foto : Hidayat sabirun. |
Salah satu kawasan yang paling terdampak adalah Paya Ilang. Daerah ini yang biasanya menjadi jalur padat menuju pasar dan rute antar-kota kini berubah menjadi kawasan banjir yang sulit dilintasi. Air yang terus menggenang di jalan membuat pengendara membutuhkan arahan tambahan dari warga dan relawan yang turun langsung membantu mengatur lalu lintas. Upaya gotong royong ini bertujuan mencegah kemacetan parah serta mengurangi potensi kecelakaan yang dapat terjadi akibat kondisi jalan licin dan tertutup air.
Tidak hanya sektor transportasi, kegiatan ekonomi di sekitar Paya Ilang juga mengalami penurunan drastis. Para pedagang mengaku jumlah pembeli berkurang karena akses menuju pasar menjadi terhambat. Sebagian pedagang terpaksa menutup kios lebih awal demi menghindari kerugian lebih besar, mengingat banyak konsumen gagal mencapai pasar akibat tingginya genangan air.
Hingga berita ini diturunkan, hujan masih mengguyur kawasan Takengon dengan intensitas sedang. Air di sejumlah titik belum menunjukkan tanda-tanda surut, dan warga terus diminta untuk berhati-hati, terutama bagi para pengendara yang tetap harus melintas di jalur rawan banjir. Kondisi cuaca yang tidak menentu ini menuntut kewaspadaan ekstra karena potensi banjir susulan masih mungkin terjadi apabila hujan tidak mereda.
Menanggapi situasi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Tengah mengeluarkan imbauan resmi kepada masyarakat. BPBD meminta warga meningkatkan kewaspadaan terkait prediksi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung hingga akhir Februari 2026. Menurut informasi terbaru dari BMKG yang diterima BPBD, intensitas hujan berpotensi meningkat dalam beberapa bulan ke depan. Kepala Pelaksana BPBD Aceh Tengah, Ir Andalika ST, menjelaskan bahwa masyarakat perlu memperhatikan perkembangan cuaca dan menghindari aktivitas di wilayah yang berisiko tinggi banjir.
Imbauan ini menjadi sinyal penting bagi warga untuk mempersiapkan diri menghadapi potensi kerawanan bencana, sekaligus mengingatkan aparat terkait agar mempercepat langkah penanganan. Pembersihan saluran air, pengaturan lalu lintas, dan penempatan personel di titik kritis menjadi langkah yang diharapkan segera dilakukan untuk mengurangi dampak buruk banjir yang mungkin berlanjut.
Dengan kondisi cuaca yang belum stabil, masyarakat diharapkan tetap mawas diri dan memperhatikan informasi terbaru dari pihak berwenang. Banjir yang terjadi di Takengon menjadi pengingat bahwa persiapan menghadapi cuaca ekstrem sangat diperlukan, baik dari sisi infrastruktur maupun kesiapsiagaan masyarakat.(Hs)

