Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kondisi TPS Paya Ilang Jadi Perhatian, Sejumlah Container Dilaporkan Rusak

Kamis, 13 Agustus 2026 | 18:40 WIB Last Updated 2026-08-13T11:59:33Z
Kondisi saat ini Tempat Pembuangan sampah Sementara (Tps)  di Jl.elak paya ilang, Kamis (13/8/26). | Foto : ist.

Metrogayo.com | Aceh Tengah — Kondisi Tempat Pembuangan Sementara (TPS) Paya Ilang kembali menjadi perhatian menyusul keluhan masyarakat mengenai pengelolaan sampah dan ketersediaan fasilitas penampungan di lokasi tersebut, Kamis (13/8/2026).


Sebelumnya, sejumlah warga telah menyampaikan keresahan terkait kondisi TPS Paya Ilang, termasuk melalui aksi penyampaian aspirasi. Persoalan yang menjadi perhatian tidak hanya berkaitan dengan keberadaan sampah, tetapi juga kondisi fasilitas penampungan serta kemampuan pengangkutan dalam menyesuaikan dengan volume sampah yang masuk setiap hari.


Pantauan di lokasi menunjukkan sejumlah container digunakan sebagai tempat penampungan sampah sebelum diangkut menuju Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Pada waktu tertentu, sampah juga terlihat berada di sekitar area luar container, terutama ketika aktivitas masyarakat membuang sampah meningkat.


Kondisi tersebut perlu dilihat berdasarkan situasi operasional di lapangan. Keberadaan sampah di luar container tidak serta-merta menunjukkan bahwa sampah dibiarkan dalam waktu lama. Aktivitas pengangkutan dan pemindahan sampah juga berlangsung secara berkala sesuai dengan operasional kendaraan dan petugas yang berada di lokasi.


Berdasarkan keterangan salah seorang sopir pengangkut sampah yang ditemui di lokasi dan meminta namanya tidak disebutkan, jumlah container yang tersedia saat ini mengalami pengurangan dibandingkan kondisi beberapa tahun sebelumnya.


Ia menyebutkan, pada 2022 jumlah container yang tersedia disebut mencapai delapan unit. Tujuh container disiagakan di TPS Paya Ilang, sedangkan satu unit lainnya digunakan untuk membantu pengangkutan sampah dari lokasi lain apabila terjadi penumpukan.


Namun, saat ini jumlah container yang dapat digunakan disebut berada di kisaran lima hingga enam unit. Menurut sopir tersebut, dua container mengalami kerusakan sehingga belum dapat beroperasi secara normal.


“Yang rusak ada dua container. Rencananya akan diperbaiki di bengkel las langganan,” ujarnya.


Ia menjelaskan, proses perbaikan masih menghadapi kendala biaya. Pihaknya, kata dia, masih menunggu informasi dan arahan dari kantor terkait.


“Karena keterbatasan uang untuk perbaikan, kami tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu konfirmasi dari pihak kantor,” katanya.


Keterangan tersebut menunjukkan bahwa kondisi container menjadi salah satu bagian penting dalam sistem pengelolaan sampah di TPS Paya Ilang. Ketika beberapa container tidak dapat digunakan, kapasitas penampungan otomatis ikut berkurang, sementara aktivitas masyarakat dalam membuang sampah tetap berlangsung setiap hari.


Kondisi tersebut dapat menjadi tantangan tersendiri, terutama ketika volume sampah meningkat pada waktu-waktu tertentu. Apabila kapasitas penampungan tidak sebanding dengan sampah yang masuk, sampah berpotensi terlihat berada di luar container sebelum dilakukan pengangkutan atau pemindahan.


TPS Paya Ilang juga berada di kawasan yang cukup ramai dan berdekatan dengan fasilitas pendidikan. Karena itu, pengelolaan kebersihan di lokasi tersebut menjadi hal yang perlu mendapat perhatian bersama.


Di sisi lain, petugas kebersihan yang bertugas di TPS Paya Ilang dan juga meminta namanya tidak disebutkan memberikan penjelasan mengenai kondisi sampah yang terkadang terlihat berada di luar container.


Menurut petugas tersebut, sampah yang berada di luar container biasanya mulai terlihat ketika aktivitas masyarakat membuang sampah meningkat pada sore hingga malam hari.


“Sampah memang ada di bawah kalau sudah sore karena sudah ramai orang membuang. Tapi sampah tidak sampai satu hari berada di luar container,” jelasnya.


Ia mengatakan, kondisi tersebut biasanya hanya berlangsung sementara. Setelah kendaraan pengangkut menyelesaikan perjalanan pertama menuju TPA dan kembali ke TPS, petugas langsung memindahkan sampah yang berada di bawah ke dalam container yang tersedia.


“Paling sekitar jam 8 malam sudah mulai menumpuk sampah di bawah. Ketika mobil trip pertama sudah pulang dari TPA, petugas langsung menaikkan sampah ke container,” katanya.


Menurutnya, kondisi tersebut perlu dipahami sebagai bagian dari aktivitas harian di TPS, terutama karena masyarakat masih membuang sampah pada sore hingga malam hari setelah sebagian container sebelumnya telah dikosongkan.


Petugas tersebut juga menyebutkan bahwa jumlah Delapan atau sembilan container dinilai sudah cukup untuk kebutuhan TPS Paya Ilang. Selain mempertimbangkan volume sampah, luas lokasi juga menjadi salah satu pertimbangan dalam penempatan container.


“Normalnya tong yang harus standby di sini delapan atau sembilan. Mungkin sudah cukup karena lokasi juga sempit,” ujarnya.


Dari kondisi tersebut, persoalan di TPS Paya Ilang perlu dilihat secara menyeluruh. Ketersediaan container, kondisi kendaraan, jadwal pengangkutan, kebutuhan operasional, kapasitas lokasi, serta kebiasaan masyarakat dalam membuang sampah merupakan sejumlah faktor yang saling berkaitan dalam pengelolaan kebersihan.


Perbaikan container yang mengalami kerusakan menjadi salah satu hal yang dapat dipertimbangkan agar kapasitas penampungan kembali optimal. Dengan jumlah container yang mencukupi dan dalam kondisi layak, beban penampungan dapat dibagi secara lebih merata.


Pada saat yang sama, masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga kondisi TPS. Sampah sebaiknya ditempatkan pada container yang telah disediakan dan tidak diletakkan sembarangan di sekitar lokasi apabila masih terdapat ruang penampungan.


Pengelolaan TPS juga membutuhkan koordinasi antara petugas lapangan dan instansi yang bertanggung jawab terhadap pelayanan kebersihan. Informasi mengenai jumlah container yang tersedia, kondisi unit yang mengalami kerusakan, jadwal perbaikan, hingga kebutuhan operasional penting untuk diketahui agar persoalan di lapangan dapat ditangani berdasarkan kondisi sebenarnya.


Hingga berita ini ditulis, awak media masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak terkait mengenai kondisi container, rencana perbaikan, serta aspek operasional pengangkutan sampah di TPS Paya Ilang.


Informasi mengenai keterbatasan biaya perbaikan yang disampaikan oleh sopir pengangkut sampah juga masih perlu dikonfirmasi kepada instansi yang berwenang. Karena itu, kondisi tersebut belum dapat disimpulkan sebagai akibat dari keterlambatan anggaran atau faktor tertentu sebelum adanya keterangan resmi dari pihak terkait.


Kondisi TPS Paya Ilang pada akhirnya menunjukkan bahwa persoalan pengelolaan sampah membutuhkan penanganan secara berkelanjutan. Penanganan tidak cukup hanya dilakukan ketika sampah sudah menumpuk, tetapi juga perlu memastikan fasilitas penampungan, kendaraan, petugas, dan dukungan operasional dapat berjalan dengan baik.


Keresahan masyarakat sebelumnya juga dapat menjadi bahan evaluasi bagi semua pihak. Pemerintah dan instansi terkait dapat melihat kembali kebutuhan fasilitas di lapangan, sementara masyarakat diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah sesuai tempat dan ketentuan yang berlaku.


Dengan pengelolaan yang lebih teratur, ketersediaan container yang memadai, serta pengangkutan yang berjalan sesuai kebutuhan, kondisi TPS Paya Ilang diharapkan dapat tetap terkendali meskipun volume sampah masyarakat terus bertambah.


Persoalan kebersihan pada akhirnya bukan hanya tanggung jawab petugas. Pemerintah, pengelola layanan kebersihan, dan masyarakat memiliki peran masing-masing untuk memastikan sampah tidak menjadi persoalan lingkungan dan tidak mengganggu aktivitas warga di sekitar TPS.


Catatan: Berita ini disusun berdasarkan pantauan lapangan dan keterangan dua narasumber yang bekerja di lapangan. Keduanya meminta identitas tidak disebutkan. Informasi mengenai kondisi operasional, biaya perbaikan, dan rencana perbaikan container masih menunggu konfirmasi resmi dari instansi terkait.(Redaksi)

×
Berita Terbaru Update