![]() |
| Potret suasana terminal paya ilang, Aceh Tengah, Senin (25/5/26). | Foto : ist. | Editor : Redaksi. |
Metrogayo.com | Aceh Tengah – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, aktivitas di Terminal Paya Ilang, Kabupaten Aceh Tengah, mulai mengalami peningkatan jumlah penumpang. Sejak Senin (25/5/2026), terminal tersebut terlihat ramai oleh masyarakat yang hendak melakukan perjalanan ke berbagai daerah di wilayah Aceh maupun luar daerah.
Kepadatan penumpang didominasi oleh warga yang ingin pulang kampung lebih awal untuk berkumpul bersama keluarga dan mempersiapkan pelaksanaan Hari Raya Idul Adha. Sejumlah armada angkutan umum tampak silih berganti memasuki area terminal untuk mengangkut penumpang tujuan Kabupaten Gayo Lues dan Aceh Tenggara.
Salah satu tujuan yang paling banyak diminati penumpang ialah wilayah Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues. Harga tiket angkutan menuju daerah tersebut saat ini berkisar Rp150 ribu per orang. Sementara itu, tarif perjalanan menuju Kutacane, Kabupaten Aceh Tenggara, mengalami kenaikan menjadi Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per penumpang, tergantung jenis kendaraan dan kondisi keberangkatan.
Ramainya penumpang di Terminal Paya Ilang diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan mendekati pelaksanaan Idul Adha. Selain penumpang umum, terdapat pula mahasiswa dan pekerja yang memanfaatkan momen libur panjang untuk pulang ke kampung halaman.
Salah seorang calon penumpang tujuan Blangkejeren, Rahmad (32), mengaku sengaja berangkat lebih awal untuk menghindari lonjakan penumpang yang biasanya terjadi dua atau tiga hari sebelum lebaran.
“Saya memilih berangkat sekarang karena kalau sudah dekat hari raya biasanya lebih sulit dapat mobil dan harga tiket juga bisa naik lagi,” ujarnya saat ditemui di terminal.
Hal serupa disampaikan seorang penumpang tujuan Kutacane yang mengatakan bahwa kenaikan harga tiket masih dianggap wajar mengingat tingginya permintaan penumpang menjelang hari besar keagamaan.
“Memang agak mahal dibanding hari biasa, tapi karena sudah mau lebaran dan penumpang ramai jadi mau tidak mau tetap berangkat,” katanya.
Sementara itu, sejumlah sopir angkutan mengaku peningkatan jumlah penumpang mulai terasa sejak akhir pekan lalu. Mereka bahkan harus menambah jadwal keberangkatan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang hendak bepergian.
Salah seorang sopir angkutan lintas Takengon–Kutacane menyebutkan bahwa lonjakan penumpang terjadi hampir setiap momen menjelang hari raya, baik Idul Fitri maupun Idul Adha. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kesempatan bagi sopir untuk menambah penghasilan, meski di sisi lain biaya operasional kendaraan juga meningkat.
“Kalau menjelang hari raya memang selalu ramai. Kadang dalam sehari bisa beberapa kali jalan kalau penumpang penuh,” ujarnya.
Pantauan di Terminal Paya Ilang menunjukkan sebagian besar penumpang membawa barang bawaan dalam jumlah cukup banyak, mulai dari koper, kardus hingga hasil belanja kebutuhan lebaran. Aktivitas jual beli makanan dan minuman di sekitar terminal juga terlihat meningkat akibat ramainya masyarakat yang datang dan pergi.
Pihak pengelola terminal mengimbau para penumpang agar tetap berhati-hati selama perjalanan dan memastikan barang bawaan tidak tertinggal. Penumpang juga diminta datang lebih awal untuk menghindari keterlambatan keberangkatan akibat tingginya antrean kendaraan menjelang Hari Raya Idul Adha. (Hidayat sabirun)
