Notification

×

Iklan

Iklan

SMAN 1 Takengon Gelar Prosesi Adat “Munulak ni Anak ku Jema Tue” untuk Pelepasan Siswa Kelas XII

Jumat, 17 April 2026 | 12:30 WIB Last Updated 2026-04-22T16:24:14Z
Dok ist SMAN 1 Takengon, Aceh Tengah. | Editor : Tim Redaksi.


Metrogayo.com | Aceh Tengah – SMAN 1 Takengon menggelar prosesi adat Gayo bertajuk “Munulak ni Anak ku Jema Tue” sebagai bagian dari pelepasan siswa kelas XII tahun ajaran 2025/2026. Kegiatan tersebut berlangsung di lingkungan sekolah di Kabupaten Aceh Tengah dan diikuti oleh siswa, dewan guru, serta orang tua siswa.


Prosesi adat ini merupakan tradisi masyarakat Gayo yang memiliki makna pengembalian anak kepada orang tua setelah menyelesaikan proses pendidikan di sekolah. Selama kurang lebih tiga tahun, para siswa telah menempuh pendidikan, pembinaan karakter, serta pembelajaran akademik di sekolah sebelum akhirnya secara simbolis diserahkan kembali kepada keluarga.


Kegiatan ini dilaksanakan menjelang berakhirnya tahun ajaran sebagai penutup rangkaian aktivitas akademik siswa kelas XII. Suasana berlangsung khidmat dengan nuansa budaya Gayo yang kental, di mana seluruh rangkaian acara mengikuti tata cara adat yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat setempat.


Prosesi tersebut diikuti oleh seluruh siswa kelas XII SMAN 1 Takengon sebagai peserta utama. Mereka secara simbolis “dikembalikan” kepada orang tua masing-masing melalui prosesi adat yang telah disusun oleh pihak sekolah bersama tokoh adat dan tenaga pendidik. Kehadiran orang tua dalam kegiatan ini menambah suasana haru, karena menjadi momen perpisahan resmi antara pihak sekolah dan peserta didik.


Kepala SMAN 1 Takengon, Konadi Lingga, mengatakan bahwa kegiatan ini bukan hanya sekadar seremoni pelepasan siswa, tetapi juga memiliki nilai filosofis dan edukatif yang sangat penting bagi dunia pendidikan.


“Prosesi ini menjadi simbol bahwa sekolah telah menyelesaikan tugasnya dalam mendidik siswa selama tiga tahun. Kami mengembalikan mereka kepada orang tua dengan harapan telah memiliki bekal ilmu pengetahuan, akhlak, dan karakter yang baik,” ujarnya.


Ia juga menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk komitmen sekolah dalam melestarikan budaya daerah Gayo agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda. Menurutnya, pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pembentukan identitas budaya dan moral siswa.


Sementara itu, salah satu orang tua siswa, Suryadi, mengaku terharu dengan pelaksanaan prosesi adat tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberikan makna yang lebih dalam dibandingkan acara perpisahan biasa.


“Kami sebagai orang tua merasa sangat bangga dan terharu. Anak kami dilepas dengan adat yang sangat bermakna, ini menjadi pengingat bahwa pendidikan anak tidak lepas dari peran keluarga,” ungkapnya.


Pihak sekolah juga menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan ini dilaksanakan tanpa pungutan biaya kepada orang tua siswa. Hal ini dilakukan agar prosesi tetap berjalan sederhana namun tidak mengurangi nilai adat dan makna yang terkandung di dalamnya.


Dengan terselenggaranya kegiatan ini, SMAN 1 Takengon berharap para lulusan tidak hanya siap melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi, tetapi juga mampu menjaga nilai-nilai budaya Gayo serta membawa karakter yang telah dibentuk selama masa pendidikan.


Prosesi “Munulak ni Anak ku Jema Tue” menjadi bukti bahwa pendidikan dan pelestarian budaya dapat berjalan beriringan, sekaligus menjadi identitas khas dalam dunia pendidikan di Aceh Tengah.


×
Berita Terbaru Update