![]() |
| Yusradi Usman Al-Gayoni, diaspora asal Takengon, sedang menempuh pendidikan di London, Inggris, sebagai penerima beasiswa LPDP bersama keluarganya. (Foto: Yusradi) |
METRO GAYO | ACEH TENGAH – Seorang diaspora Indonesia asal Takengon, Dataran Tinggi Gayo, Kabupaten Aceh Tengah, mengumandangkan azan pada penutupan ibadah puasa Ramadan dalam kegiatan Festival Ramadhan yang berlangsung di Grand Sapphire Hotel & Banqueting, Croydon, London, Inggris.
Momen tersebut terjadi pada acara festival yang digelar selama dua hari, Rabu hingga Kamis, bertepatan dengan hari terakhir puasa Ramadan di wilayah Inggris Raya yang meliputi Inggris, Wales, Irlandia Utara, dan Skotlandia.
Yusradi Usman al-Gayoni, diaspora asal Gayo yang berada di London, menyampaikan bahwa kesempatan tersebut terjadi secara tidak direncanakan. Ia mengaku awalnya hanya menghadiri kegiatan festival Ramadan yang diikuti ratusan hingga lebih dari seribu peserta dari berbagai komunitas Muslim.
“Alhamdulillah, saya diberi kesempatan mengumandangkan azan pada festival Ramadan tersebut, terlebih itu merupakan hari terakhir puasa di Inggris,” ujar Yusradi melalui pesan WhatsApp dari London, Jumat (20/3/2026).
Menurutnya, sekitar 12 menit sebelum waktu berbuka puasa, imam sekaligus muazin yang dijadwalkan memimpin azan belum hadir di lokasi acara. Melihat situasi tersebut, Yusradi kemudian berinisiatif menawarkan diri kepada pihak penyelenggara.
Ia menemui pimpinan Grand Sapphire Hotel & Banqueting yang berada di area hall tempat acara berlangsung dan menyampaikan kesiapannya untuk mengumandangkan azan apabila diperlukan.
Respons positif langsung diberikan oleh pihak penyelenggara. Owner Grand Sapphire Hotel & Banqueting, Sulaiman, menyambut baik tawaran tersebut dan segera mengoordinasikannya dengan tim acara. Tidak lama kemudian, panitia mendatangi Yusradi dan memintanya secara resmi untuk mengumandangkan azan Magrib.
Azan pun berkumandang dengan khidmat menjelang waktu berbuka puasa yang jatuh pada pukul 18.15 GMT. Suasana ruangan festival yang dihadiri lebih dari seribu peserta menjadi hening saat lantunan azan terdengar, menandai berakhirnya ibadah puasa Ramadan tahun ini bagi umat Muslim di Inggris.
Usai azan dikumandangkan, Yusradi mengaku menerima banyak apresiasi dari peserta maupun staf yang hadir. Sejumlah tamu menyampaikan pujian atas suara azan yang dinilai merdu dan menyentuh suasana spiritual acara tersebut. Apresiasi serupa juga disampaikan langsung oleh pihak manajemen hotel.
Bagi Yusradi, pengalaman tersebut menjadi momen berkesan selama berada di Inggris. Ia menyebutkan bahwa Grand Sapphire Hotel & Banqueting merupakan lokasi ketiga dirinya mengumandangkan azan di negara tersebut.
Sebelumnya, ia pernah mengumandangkan azan di Bandara Luton serta Sutton Central Mosque, yang menjadi bagian dari aktivitas keagamaan diaspora Muslim Indonesia di Inggris.
Keikutsertaan diaspora Indonesia dalam kegiatan keagamaan internasional dinilai menjadi bentuk kontribusi positif dalam memperkenalkan identitas budaya dan nilai spiritual masyarakat Indonesia di kancah global. Kehadiran sosok asal Takengon dalam festival Ramadan di London sekaligus menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Gayo.
Momentum tersebut menunjukkan bahwa tradisi dan syiar Islam dari daerah tetap dapat bergema hingga ke luar negeri, mempererat hubungan antar komunitas Muslim lintas negara melalui kegiatan keagamaan dan budaya.
