![]() |
| Jumlah Dump Truk DLHK Aceh Tenggara saat ini ada 12 unit pada tahun 2025. | Sumber : Doni Sigalingging. | Editor : Hidayat sabirun. |
METRO GAYO | ACEH TENGGARA – Volume sampah rumah tangga dan sampah sejenis di Kabupaten Aceh Tenggara terus menunjukkan angka yang cukup tinggi. Setiap hari, produksi sampah di wilayah tersebut diperkirakan mencapai 114 ton, dengan rata-rata timbulan sampah sekitar 0,5 kilogram per orang per hari.
Namun, kemampuan pemerintah daerah melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Tenggara untuk mengangkut sampah ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) masih belum sebanding dengan jumlah produksi tersebut. Saat ini, DLH hanya mampu menangani sekitar 30 ton sampah per hari yang dibawa ke TPA Selamat Indah, Kecamatan Semadam.
Sekretaris DLH Aceh Tenggara, Sapta Marga, menjelaskan bahwa keterbatasan armada menjadi faktor utama belum optimalnya pengelolaan sampah di sejumlah kecamatan.
“Jumlah sampah rumah tangga mencapai 114 ton per hari, tetapi yang bisa terangkut ke TPA hanya sekitar 30 ton setiap hari. Kendalanya masih pada minimnya fasilitas dump truck,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Menurut Sapta, pada tahun 2023 DLH Aceh Tenggara hanya memiliki tujuh unit mobil dump truck. Jumlah tersebut kemudian bertambah menjadi 12 unit pada tahun 2025. Meski demikian, angka tersebut masih jauh dari kebutuhan ideal.
“Untuk menjangkau seluruh wilayah dan volume sampah yang ada, idealnya dibutuhkan sekitar 35 unit dump truck,” katanya.
Akibat keterbatasan armada dan jarak tempuh yang cukup jauh menuju TPA, pengangkutan sampah dari sejumlah kecamatan seperti Leuser, Ketambe, Babul Rahmah, dan Tanoh Alas belum dapat dilakukan secara maksimal. Kondisi ini menyebabkan masih adanya penumpukan sampah di beberapa titik.
Meski menghadapi berbagai kendala, Sapta Marga menilai kondisi kebersihan di Kota Kutacane saat ini masih relatif terjaga. Ia menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, terutama dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan.
Ia juga mencontohkan praktik baik di Kecamatan Lawe Sigala-gala, di mana pengelolaan sampah rumah tangga telah dianggarkan melalui dana desa. Sampah warga dikumpulkan di titik tertentu dan kemudian diangkut langsung menggunakan armada dump truck.
“Kami berharap masyarakat semakin sadar untuk membuang sampah pada tempatnya dan berlangganan layanan pengangkutan sampah. Jangan membuang sampah ke Daerah Aliran Sungai, khususnya Sungai Alas dan Sungai Lawe Bulan,” pungkasnya.
