![]() |
| Foto Kepala Dinas Pangan Kabupaten Aceh Tengah, Salman Nuri. | Editor : Hidayat sabirun. |
METRO GAYO | ACEH TENGAH – Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah terus mempercepat penyaluran bantuan beras untuk masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor, Rabu (07/01/26).
Plt. Kepala Dinas Pangan Aceh Tengah, Salman Nuri, mengungkapkan bahwa hingga awal Januari 2026, pihaknya telah menyalurkan sebanyak 585,3 ton beras dari total kuota bantuan 1.222 ton.
Menurut Salman, pada awal masa tanggap darurat, distribusi bantuan sempat terkendala akibat putusnya akses darat. Kondisi ini membatasi pasokan beras yang masuk, hanya sekitar 10 ton per hari, sehingga belum bisa memenuhi kebutuhan seluruh warga.
“Alhamdulillah, sejak satu minggu terakhir akses darat sudah normal kembali. Saat ini distribusi beras bisa dilakukan melalui jalur darat dengan kapasitas hingga 72 ton per hari,” kata Salman. Ia menambahkan, sisa kuota 637 ton ditargetkan tersalurkan dalam waktu satu minggu ke depan.
Penyaluran bantuan akan diprioritaskan ke 26 kampung terisolir, posko pengungsian yang menampung sekitar 7.000 pengungsi, serta wilayah terdampak langsung banjir dan longsor. Dinas Pangan juga meminta dukungan pemerintah kampung agar distribusi berjalan tertib dan tepat sasaran, dengan dokumentasi sebagai bukti pertanggungjawaban.
“Kami harap masyarakat bersabar. Stok beras mencukupi dan akan terus didistribusikan secara merata,” ujar Salman.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, menekankan pentingnya pendistribusian bantuan secara terukur. Bantuan harus diprioritaskan bagi desa dan warga yang terdampak langsung.
“Walaupun bantuan dibagikan ke seluruh desa, prioritas utama tetap pada desa terdampak. Penanganan harus jelas dan sesuai skema, karena tingkat dampak bencana berbeda di tiap wilayah,” tegas Bupati.
