![]() |
| Hasil tangkapan video. | Editor : Hidayat sabirun |
METRO GAYO | ACEH TENGAH – Saat upaya menyebarkan informasi penting mengenai dampak banjir di Aceh, terutama di daerah Gayo, muncul dugaan bahwa suara relawan justru dibatasi agar tidak tersebar luas.
Beberapa akun media sosial yang sebelumnya aktif membagikan kondisi banjir dan wilayah terisolir di Aceh tengah diduga mengalami penurunan jangkauan, atau yang dikenal sebagai shadowban.
Dugaan ini disampaikan oleh Satria Darmawani, relawan muda asal Gayo. Ia menuturkan, interaksi di akun-akun tersebut menurun tajam setelah beberapa unggahan mereka sempat viral.
“Sejak hari kelima pascabanjir, jumlah tayangan, komentar, dan ‘like’ berkurang drastis. Padahal sejak awal, kami terus update kondisi di lapangan,” jelas Satria.
Beberapa akun lokal yang diduga mengalami hal serupa, bahkan menyasar kanal Instagram Indozone, media nasional yang sebelumnya menayangkan video relawan dari Gayo. Anehnya, video-video tersebut kini sulit ditemukan di platform mereka, begitu juga beberapa akun dengan pengikut besar.
Menurut Satria, keterbatasan akses membuat situasi makin sulit. “Wilayah tengah terisolir, tanpa jaringan internet dan listrik padam. Meski begitu, kami berupaya cepat menyampaikan kondisi sesungguhnya. Banyak masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan,” ujarnya.
Para relawan juga telah meminta bantuan udara sejak hari kedua karena memulihkan akses darat diperkirakan memakan waktu lama. Namun, bantuan yang diterima dianggap belum mencukupi.
“Kami sudah kirim titik koordinat dan data sejak awal. Pada hari kelima, helikopter baru datang dengan membawa dua Starlink, dua jerigen minyak, dan lima genset,” pungkas Satria.
