![]() |
| Zam Zam Mubarak bersama Kasatgas (Mendagri) Tito Karnavian, Safrizal Ketua Posko Wilayah di salah satu hotel Takengon (Dok ZZM) |
Metrogayo.com | Aceh Tengah – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) meluruskan informasi yang beredar terkait penyaluran Jaminan Hidup (Jadup) bagi warga terdampak bencana di Kampung Reje Payung, Kecamatan Celala, Kabupaten Aceh Tengah. Berdasarkan hasil verifikasi terbaru, hanya tiga kepala keluarga (KK) yang hingga kini masih dalam proses penerimaan bantuan tersebut.
Penegasan itu disampaikan setelah muncul informasi yang menyebut sekitar 70 persen warga Kampung Reje Payung belum menerima Jadup. Satgas PRR memastikan informasi tersebut tidak sesuai dengan data resmi pemerintah.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Aceh Tengah, Drs. Windi Darsa, SH., MM., menjelaskan penyaluran Jadup dilakukan menggunakan mekanisme By Name By Address (BNBA), sehingga setiap penerima telah melalui proses verifikasi berdasarkan identitas dan alamat masing-masing.
Menurutnya, sistem tersebut diterapkan agar bantuan sosial benar-benar diterima oleh masyarakat yang terdampak dan berhak menerima sesuai hasil pendataan pemerintah.
Selain melakukan penyaluran bantuan, Satgas PRR bersama instansi terkait juga terus melaksanakan monitoring dan evaluasi terhadap bantuan rehabilitasi dan rekonstruksi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan proses distribusi berjalan tepat sasaran, menghindari data ganda, serta mempercepat penyelesaian bantuan bagi masyarakat terdampak.
Di sisi lain, upaya pemulihan pascabencana tidak hanya difokuskan pada bantuan sosial. Satgas PRR juga mendorong percepatan pemulihan ekonomi masyarakat melalui penguatan sektor unggulan daerah, termasuk pengembangan Kopi Arabika Gayo sebagai komoditas berstatus Indikasi Geografis yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat.
Sebagai bagian dari percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi, pembangunan jembatan menuju Kampung Reje Payung saat ini juga sedang dikerjakan oleh TNI. Infrastruktur tersebut diharapkan mampu memperlancar akses masyarakat, mempercepat distribusi bantuan, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi warga yang terdampak bencana.
Sementara itu, Tenaga Ahli Kementerian Dalam Negeri pada Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi, Zam Zam Mubarak, mengimbau masyarakat dan media agar mengacu pada data resmi pemerintah dalam menyampaikan informasi mengenai penyaluran bantuan.
Ia menegaskan, berdasarkan data By Name By Address (BNBA) yang telah diverifikasi, hingga Jumat (26/6/2026) hanya terdapat tiga kepala keluarga di Kampung Reje Payung yang masih berada dalam proses penerimaan Jaminan Hidup. Pemerintah memastikan proses penyaluran akan terus dikawal hingga seluruh penerima yang memenuhi persyaratan memperoleh haknya sesuai ketentuan yang berlaku.(Hidayatsabirun)
